Selasa, 09 September 2014

Mulai 1 Oktober Biaya Tarik di ATM Rp 7.500


Pengguna aktif anjungan tunai mandiri (ATM) sejumlah bank. Bersiaplah mengalokasikan biaya saldo lebih besar. Sejumlah bank memastikan akan menyesuaikan tarif transaksi perbankan melalui ATM per 1 Oktober mendatang.
Biaya transaksi tarik tunai misalnya akan naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.500 pertransaksi. Besaran serupa dengan kenaikan Rp 2.500 per transaksi untuk biaya transfer, dan biaya cek saldo dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 atau naik Rp 1.000.
Pengenaan biaya dibebankan langsung ke saldo nasabah. Pemimpin Wilayah X Bank Mandiri Makassar, Purnomo Condro Akoso, mengatakan, penyesuaian biaya telah disampaikan melalui website resmi Bank Mandiri www.bankmandiri.co.id dan Mandiri Call 14000.
Penyesuaian biaya transaksi tersebut untuk Kartu Debit bank di jaringan ATM Link, Bersama, dan Prima. “Mengantisipasi ini, kami sudah melakukan informasi perubahan tarif agar para nasabah mengetahui lebih awal,” katanya dikonfirmasi Tribun, Senin (8/9/2014).
Bank Mandiri saat ini mengoperasikan 234 mesin ATM yang akan bertambah menjadi 309 unit sampai akhir tahun 2014. Kenaikan tarif transaksi ATM tersebut juga dibenarkan Head of Retail and Consumer BNI Wilayah Makassar, Rizwan Nazaruddin.
Menurutnya, penyesuaian tarif per 1 Oktober nanti akan berlaku untuk seluruh perbankan sesuai biaya yang sudah ditetapkan. Biaya tarik tunai dan transfer sama dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.500, cek saldo dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000. Sedangkan, untuk saldo yang tidak cukup melalui jaringan ATM Bersama dikenakan biaya Rp 3.000 dari sebelumnya hanya Rp 1.500.
Tetapi biaya saldo yang tidak cukup tidak dikenakan melalui jaringan ATM Prima dan Link. “Jadi bagi nasabah yang ingin bertransaksi namun ada minimal saldo yang dibutuhkan sebaiknya mencari jaringan Link atau Prima agar tidak kena biaya,” jelasnya.
BNI juga sudah mulai melakukan sosialisasi kebijakan ini karena transaksi ATM termasuk cukup tinggi. BNI saat ini mengoperasikan 538 mesin ATM dengan frekuensi transaksi bulanan 5.000 -6.000 kali. Terpisah, Pemimpin Wilayah Bank BRI Makassar, Kuswiyoto, mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut. 
“Tetapi pada dasarnya jika ada kebijakan yang harus diberlakukan tentu kita mengikuti sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya. BRI saat ini mengoperasikan sekitar 1.090 ATM dengan transaksi mencapai 45,475 juta kali transaksi hingga Agustus 2014.(cha)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar